Hohoho Senin pagi mau ikutan GA-nya Della (bisa intip disini). Gampang bo caranya. Buatlah posting di blog masing-masing dengan tema: “Nasihat Terbaik dalam Hidupmu,” mencakup: siapa yang memberi nasihat, kapan kamu dinasihati, dan apa dampak nasihat tersebut dalam hidupmu. Tulisan dibawah ini hasil ngubek-ubek blog lama, teringat 3 tahun lalu pernah posting ttg hal ini. Berkesan sekali, meski tidak selalu bisa diaplikasikan.
========
Kalo ngomongin soal NASEHAT, ada beberapa sih yg berkesan banget. Salah satunya adalah nasehat yg diberikan oleh seorang temen chat saya, sekitar tahun 2000-an: “Marilah membiasakan diri untuk melihat suatu nasehat akan kebaikan, bukan dari SIAPA, tapi APA isi nasehat itu.”
Contoh, ada pengguna narkoba yang dipenjara dan dia berpesan pada teman-temannya : “Jangan sekali-kali mencoba narkoba!”
Masa ya kita mau berkata, “Ah lu aja sekarang dipenjara karena narkoba, kok mau nasehatin orang untuk gak pake narkoba? Gak pantes nasehat kayak begitu, keluar dari mulut lu!!!”
Ayo….. Kita dengarkan nasehatnya (kita patuhi & lakukan jika bisa), anjuran kepada kebaikan, tanpa harus selalu melihat dari siapa nasehat itu keluar, dari mulut siapa. Dampaknya apa? Ya saya jadi belajar untuk menerima nasehat darimana aja (tutup mata, tapi buka kuping), meski kalo ngeliat orangnya kok ya kadang mbatin : “Did she practice what she has preached? Ni orang ngamalin gak sih, isi nasehatnya sendiri??”
You know, kadang larangan mendekati/melakukan keburukan, ya paling mantep datangnya dari orang yang sudah pernah/ masih terperangkap melakukan keburukan tersebut. Karena sadar ga sadar, dia melarang kita berbuat buruk (seperti dirinya) ya karena dia tau betapa gak enaknya berada dalam posisi seperti dia dan dia berusaha mencegah orang berada di dalam posisi dia sekarang ini! Walo mungkin dia tidak bisa/ belum bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari apa yang sudah terlanjur diperbuatnya. Ya gak?
Ngomong-ngomong soal nasehat, 11-12 lah dengan kritikan.
de asmara February 16, 2010 at 10:58 am
saat dikritik, mungkin terasa menyakitkan di awal, tapi menyembuhkan kesalahan/kekurangan kita lebih cepat… ketimbang kita takut ‘disakiti’ oleh kritikan dan akhirnya gak sembuh2.
sangat setuju Tyk. perubahan ke arah kebaikan itu yg kita terus kejar.
Sama seperti kritik dan pujian. Kebanyakan dari kita tentu secara manusiawi akan lebih suka dipuji daripada dikritik. Tapi tahukah kamu bahwa pujian itu bisa melemahkan niat baik- menimbulkan riya’, sementara kritikan akan membuat manusia menjadi mawas diri dan terpacu untuk menjadi lebih baik? Dan manusiawi jika ada orang yang ga suka dikritik. Lalu mengatasinya gimana? Ya mengkritiklah dengan santun, dan usahakan jangan keceplosan mengkritik orang saat dia didepan orang banyak. Do it fish to fish gitu, alias: empat mata….. hehehe.. (baca: face to face…)
========
Postingan ini diikutsertakan pada Give Away Perdana Dellafirayama, seorang ibu labil yang tidak suka warna HITAM dan HIJAU.
saiyah mau ikutan GAnyaaaa~ *mampir ke link blog si empunya GA*
Hmmmm.. kalo gitu aku nggak mau muji-muji Memy ah, hihihihi..
Makasih partisipasinya, Mem. Moga kocokan berpihak padamu
@della: gausah muji2 mak. tp ntar tetep dibeli yah dagangannya, hahaha….
Semoga menang ya Bun Bubun..
@ra: makasih ya Ra Rara
kalopun muji jugak sebaiknya fis to fis jugak ya Mem. jangan lewat blok ato twitter. kalo gitu langsung diblok aja. #gagalMuvon
@dani: muji lewat SMS gimana dan? boleh gak? boleh dong ya….. leboh afdol lagi kalo kebawa mimpi… *kalem*
ahahahahahaha.
*salah komen*
Smoga Della nutup GA nya yah Tyk, jd peluang dpt hadiahnya lbh besar *berhasilMUVON*
@yeye: iya nih. udah ditutup hari ini ajah mestinya, hahaha… #maunya
udah setor tulisan ke Della ya Tyk?
kapan ya gw nyetornya? buat nambah2in saingan hehehehe…
@dwiyani: udah bun. udah setor. ayo setor gih, biar nambah hot persaingan GA ini, hehehehe….
kalo kata suamiku, pujian itu terror…
jadi mending dapet nasehat yg berupa kritikan ketimbang dipuji2
@easy: yg balance-balance aja ya nek
Subhanallah kalimat ini Mba:
pujian itu bisa melemahkan niat baik- menimbulkan riya’
sukses GAnya ya Mba…
@ainuq: makasih ummi. smoga aku menang
Jangan melihat siapa yg bicara, tp apa yg dibicarakan.. betul begitu kan, mbak? hehehehe
Salam kenal ^^
GA!!! *histeris* hihihi… goodluck ya tyk!!
@keblug: loh mbak keblug….. aku yo pingin melu GA-mu. tp rodok bingung carae
@ndutyke aah klo aku caranya ga canggih. cuma ngepasin jagi komentator ke 13 azah
@keblug: blug keblug…. aku menanti jadi yg ke-13 di hatimu… *halah*
Suka dan ter jleb banget baca postingan ini. Pernah ngalamin di nasehatin (well tepatnya di kritik) depan banyak orang, yg ada bukannya ndengerin seksama malah sibuk sm pikiran sendiri krn nahan malu, hehe.
Aku vote untukmu, mem. Semoga menang GA nya (bareng aku)
@chrys: aamiin aamiin -> “. Semoga menang GA nya (bareng aku)
”
Wahh jadi pengen ikutan GAnya jugaaa
*meluncur ke tekape
Suka banget tentang cara memberikan nasehat. Memang lebih bagus face to face aja. Biar yang dinasehatin/dikritik bisa lebih nrimo , legowo dan ra isin karo sing liyane
@uul: iyo….. tp kapan iku aku kceplosan nasehatin anak pas gak face-to-face. lha wes emosi diriku…… geregetan…
Langsung Ke TKP ah, mau ikutan.. hihihi..
@boesta: monggo silahkeun…
Aduh makin gak pede inih.
Mana gw bikin postingan idenya ngasal gitu pulak. Ilang sudah harapan dapet buku.
*jangan kayak orang susah dong, buku aja nunggu hadiah GA. Beli ndiri aja napah. pasti memy mo komen gitu!*
@indah: ah klo gw, buku mah nunggu pinjeman, dikasih, atau menang GA….. *elus2 ke-4 buku ciamik yg semua kudapat dr teman blogger
*