This is beyond weird!!!
Ya Allah, astaghfirullah… Meski posisi-ku sekarang di Surabaya, 800 kilometer jauhnya dari Jakarta, lebih jauh lagi dari pusat gempa di sekitaran Tasikmalaya… Tapi gempa kali ini bener-bener dengan sakseusss membuatku merinding disko!!
Adalah hadis ini yang Subuh tadi mampir di benak saya, hadis yang pernah dijelaskan oleh suamiku (dia abis menghadiri Majelis Taklim di kantornya)….
Rasulullah saw bersabda: Tidaklah suatu kaum yang orang-orang taatnya lebih banyak daripada pelaku maksiatnya, tetapi mereka membiarkannya, melainkan Allah akan mengadzabnya secara merata. (HR Ahmad dan Baihaqi)
Ketika menyetir berangkat ke sekolah pagi ini, saya terfikirkan akan kota saya: Surabaya. Selama ini saya menganggap bahwa kota ini relatif aman dari huru-hara/chaos (semacam Tragedi 98) atau bencana alam. Lalu pikiran saya melayang ke suatu area, lingkaran hitam, pusat kemaksiatan (prostitusi) yang katanyaaaa… TERBESAR se-Asia Tenggara. Yep, DOLLY lah itu.
Coba pikir deh! Di Surabaya, mungkin diseluruh Indonesia hanya Surabaya-lah yang MELEGALKAN dan ‘menghalal-kan’ prostitusi. Dolly tuh legal loh! Buktinya dibiarin aja satu area perkampungan menjadi pusat prostitusi !!
Lalu kemana aja nih kita-kita yang ngakunya beragama? Agama apa aja deh! Mana ada sih agama yg menghalalkan prostitusi?? Kenapa kita biarkan kemaksiatan itu ada di tengah-tengah kita secara NYATA ??
Sooo… Hubungannya Dolly ama GEMPA hari ini, apa??
Gini ya, merujuk kepada hadis diatas: wahai para penghuni kota Surabaya, tidakkah kalian takut akan azab Allah yg akan menimpa kota tempat tinggal& bekerja kita ini?? Meski kita bukan prostitute, germo, pemilik hotel esek-esek… Tapi kita selaku orang yang membiarkan itu semua terjadi, akan terkena imbasnya juga kalo azab Allah benar one day, diturunkan di Surabaya !
Sepanjang jalan menuju sekolah, otak saya penuh dengan ketakutan akan apa yang akan terjadi. Bencana apa yang akan menimpa Surabaya kelak?
Sampai akhirnya sore ini jam 3 lewat, saya dikejutkan oleh tweet dari beberapa warga Jakarta yang mengungkapkan kehebohan mereka, ketakutan mereka sekait gempa yang melanda ibu kota!!
Saya panik donk! Jelas !! Papah, Mamah dan Adek saya kan di Jakarta! Sepupu, kakek-nenek, banyaklah keluarga yang bermukim disana.
Astagfirullah… Teringat kembali buku Jakarta Undercover yang beberapa tahun lalu sempat membuat saya tercengang dan tak (ingin) percaya bahwa lebih dalam daripada pemandangan keruwetan Jakarta yang saya lihat-alami saat berkunjung kesana, ada prostitusi dan kemaksiatan terselubung dibanyak titik di Ibu kota.
Meski tidak dilegalkan layaknya Dolly, tapi dari yang saya baca: seolah-olah pesta seks dan segala kehebohan tentang perilaku seks menyimpang & HARAM yang saya kira hanya ada di Amerika Serikat atau negara bule lainnya: ada juga di Jakarta??
Dear my friends…. Untuk menutup postingan kekhawatiran saya hari ini, ijinkanlah saya kutip satu hadis lagi:
Rasulullah sw. bersabda: Hendaklah kalian benar-benar menyuruh perbuatan yang makruf dan benar-benar melarang perbuatan yang munkar, atau (bila tidak kalian lakukan) Allah akan menjadikan orang-orang jahat di antara kalian berkuasa atas kalian semua (yang akibatnya banyak sekali kejahatan dan kemungkaran diperbuatnya) lalu orang-orang yang baik di antara kalian berdoa (agar kejahatan dan kemungkaran itu hilang) maka doa mereka (orang-orang baik itu) tidak diterima (HR al-Bazzar dan ath-Thabrani)
Apakah kita akan diam saja? Apakah kita akan terus bersikap masa bodoh???






jadi ide mbak tyka apa ? sulit membuat daerah itu hilang begitu saja kalau tidak ada kepedulian dari pemkot sendiri, mungkin ada pajaknya sendiri kali, dari tempat itu untuk mereka, makanya masih dipertahankan, atau ternyata … ah, entahlah … repot mbak, lah wong mbak2 di sana sendiri juga gak mau nyadar, terus gimana ??
gpp gak usah takut mati kena gempa klo mank banyak pahala en dpt jaminan masuk surga mestinya kita seneng donk. Bisa hidup lebih indah di surga ketimbang hidup didunia yg penuh maksiat ini.. ^_^
Semoga Allah selalu melindungi kita dari bencana yang sedang dan akan terjadi. Amien…!!
Soal Dolly, dulu sempat dibahas oleh para ahli, jika Dolly digusur maka layaknya air dalam mangkuk yang ‘digepuk’ dengan tangan, isinya akan ‘nyiprat’ ke sana-ke mari. Itu kata para ahli (kalo gak salah) tata ruang. Tapi sepengetahuan saya, selain rumah bordil, di sekitar kompleks itu saat ini telah ada semacam lembaga dakwah yang jika kita lihat beberapa dekade berikutnya mungkin saja bisa ‘menggerogoti’ ketenaran Dolly. Seperti halnya sebuah kompleks masjid di Jakarta (lupa namanya) yang saat ini sukses menggusur kompleks prostitusi era 80-an.
saya salut sama salah satu da’i muda (lupa namanya) yg selalu dakwah turun ke lapangan… gak nunggu diundang, gak nego2 bayaran berapa, beliau turun ke masyarakat menyampaikan ayat2 Allah dengan begitu humble-nya. waktu itu sih yg saya liat pas beliau lagi dakwah di pasar2, subhanallahhh…. inilah spirit berdakwah yg sesungguhnya.
mungkin mmg dibutuhkan teknik tersendiri utk menyampaikan kalumullah hingga bisa diterima orang tanpa mereka jadi tersinggung atau merasa digurui. itu juga PR kita masing2. karena masing2 kita adalah pendakwah (sbrpapun sedikit & remehnya yg kt sampaikan), dan area dakwah kita yg utama adalah lingkungan kita sendiri (rumah, tetangga, lingk kerja, lingk sekolah, teman2 dunia maya….)
tempat seperti “ituh” asal masih ada “peminat-nya” kayaknya bakal sulit untuk di bersiin plus ada bekingan jg kayaknya.
btw lapindo nga dimasukin katagori bencana tyk?