7 girls who you should never settle down with!

ndutyke:

aku kok gak bisa ya jadi ‘cewek yg gak pernah bayar apa-apa’. GENGSI NEYKKK!

Originally posted on Sanguine's journal:

At this crucial age, I’ve seen a lot of guy friends made bad decisions. Apparently the marriage Euphoria doesn’t only affect women, but men too. I honestly don’t understand why men have to settle down fast? I mean, men don’t have biological clock that ticks annoyingly (not that women should care about it too) and men are considered more stable when they are older. By “more stable” I meant RICHER. Yes, gold diggers dig old men, don’t they?

Anywaaaaayyy, I seldom write for my fellow male friends/readers frienders (OH WOW I just invented a word! TM by May!) but when I do, I make sure this speaks from the bottom of my heart.

DEAR MEN… PLEASE DON’T EVER SETTLE DOWN WITH…

1. A girl whom you never see without make-up

I don’t care about appearance, but this is important. YOU HAVE TO see your wife-to-be without make up because it…

View original 944 more words

This Thing Called Affair

ndutyke:

ini….. harus banget direblog :lol: aku pernah sih denger sendiri ttg temenku selingkuh, atau denger dari temen ttg temen kami yg selingkuh. tp masih tahap denial gitudeh: ‘Kalo aku ga ngeliat sendiri, brati she doesnt do it….’

Originally posted on The Sun is Getting High, We're Moving on:

Long weekend kemarin kepala dan hati gue rada galau. Penyebabnya adalah dua orang teman dekat gue yang curhat bergantian. Si X curhat hari Sabtu, sementara si Y curhat hari Minggu. Dua-duanya punya masalah yang sama. Mereka akan bercerai dari pasangan masing-masing.

Kenapa bercerai? Inti masalahnya cuma satu, yaitu perselingkuhan. Si X diselingkuhi oleh istrinya. Sementara si Y selingkuh dari suaminya.

Meski sama-sama bermasalah dengan selingkuh, pangkal masalah keduanya agak beda. Istri X selingkuh karena emang doyan aja sih (this is not her first time, btw. Tapi baru ke-gap sekarang). Sementara si Y selingkuh di tahun ke-10 pernikahan, akibat masalah dengan sang suami.

View original 1,197 more words

School of life episod minggu ini

Tadi pagi (gak pagi banget sih, jam 9.30an), main ayunan lagi, hahaha. Udah diniatin sih, abis dari Kensington Park, mau ke White Lotus (minimarket yg jual Asian stuffs esp. dari Indonesia). Lha kok pas udah masuk White Lotus, iseng ajak Abi: “Ke East Gardens yeuk?” cuzzz dah ngemol jam 10 padahal belom mandi, hahaha. Rapi sih, pake training pants, sepatu keds. Tapi tetep ajah: belom mandi :lol:

10011188_610436532383965_243942121_n

Kembali ke ayunan. Pas disana, karena udah agak siang, jadi di lokasi playground udah ada beberapa anak kecil (lagi libur sekolah). Trus kenalan deh sama seorang ibu yg lagi dorong ayunan anaknya (IYEEEEH, gw shameless aja main ayunan meski saingan ama anak-anak, hahahaha. Abi malu dong, jadi dese melipir lari keliling lapangan). Kudengar si ibu ini ngomong campur-campur sama anaknya, bahasa Inggris dan Indonesia. Jadi akikes maen samber aja, ngobrol ngalor ngidul.

Trs terjadilah percakapan kurang lebih seperti dibawah ini:
Ndutyke: Ada rencana pulang ke Indonesia?
Ibu A: Nggak ada sih.
Ndutyke: Udah nggak usah, hahaha. Enak disini.
Ibu A: Iya sih, hahaha.

Blablabla akhirnya ngomongin tentang, apalagi yg famous dari Indonesia kalo gak tentang: MACET. Jadi si Ibu A ini dulunya mahasiswa Univ.Tarumanegara, tapi tahun 1998 transfer kuliah ke Sydney dan sejak saat itu mondar-mandir Jakarta-Sydney sampai akhirnya menetap disini sejak 2008. Pastinya merasakan deh kontrasnya kondisi jalan raya antara sini dan sana. Trus akikes curcol kalo next year, kayaknya semua peserta beasiswa (yang sudah selesai menempuh studi), mau ditarik ke kantor pusat di Jakarta.

Trus Ibu A bilang: kita ini terus belajar. Hidup seperti school of life, sekolah kehidupan. Belajar menerima keadaan (dan gw samber: soalnya gak nerima juga udah kejadian). Dimana aja berada, sama aja. Kalo ikhlas pasti enak dijalaninnya. Biar hidup di desa (yg no macet), kalo hati gak nerima, ya susah. “Saya aja aslinya orangnya gak sabaran. Trus dikasih urus anak-anak, jadi ya belajar sabar….”

And I was like…. Mungkin (mungkin lohyaaaa….) salah satu alasan kenapa kami berdua (Abi and I) belom dikasih keturunan, adalah karena masih DIA anggap kami belom layak jadi orang tua. Atau doa kami tertolak di lapisan langit kesekian karena ada dosa yg belom ditobatin. Misal: sombong. Belom punya anak ajah sering pamer dan sombong, apalagi klo udha punya anak? Hayooo sapa yg ngerasa pernah nyombong (kliatannya kayak lagi bersyukur tapi kok jatohnya nyebelin)…. Hahahaha…. Sirik mbak? :lol:

Duh, padahal hidup kan ibarat tukang parkir ya? Gimana perasaan kalian kalo liat tukang parkir nyombongin mobil yg parkir di area kekuasaannya? Itu bukan punya lo, kelleusss…. Pernah gak liat ada tukang parkir nangis bombay karena mobil mewah dan bagus yg diparkir (dan abis disombongin), trus diambil ama yg punya? Konyol kan? (konyol lho kalo dibayangkan, qeqeqeqe)

Kembali ke anak. Ada orang yg dalam kondisi belom mampu (ngurus dan mendidik anak), tapi tetep dikasih. Ada yg Alloh nunggu mereka mampu dulu, baru dikasih. Ujian dan rejeki tiap orang kan berbeda.

Yang penting jadi manusia kudu banyak istighfar, mohon ampun atas dosa, karena dosa ini bisa jadi yg menghalangi rejeki turun. Banyak alhamdulillah , bersyukur, selain karena nikmatNYA sungguh buwanyak (lebih banyak lah daripada kesulitan yg dihadapi manusia), juga karena bersyukur ini mengundang datangnya rejeki.

Kalo sudah kejadian, terima aja. Gak usah kakehan berhayal: “Andai dulu gak gini, andai dulu gak gitu,”. Nasi sudah jadi bubur? Terima. Menerima itu bukan pasrah dan diam. Tapi menerima itu bagaimana cara manusia bergerak dari satu takdir yg dirasa buruk, ke takdir lain yg lebih baik. Nasi sudah jadi bubur? Ya tinggal cari ayam, cakwe, telur, kacang, saos, kecap. Jadi deh: bubur ayam spesial.

Ada kejadian, agak trahis (lebay ajasik inih). Salah satu episod lain yg masih fresssshhh.

Abi salah mengerjakan tugas. Padahal ngerjakan udah seharian dari pagi ampe sore (hampir telat masuk kelas, sampe terbirit-birit dia lari ke kampus). Salahnya dimana? Dia udah nyatet poin-poin penting dari tugas paper tsb, tapi dia lupa itu catetan disimpan dimana. Ketemunya pas udah pulang kuliah…… Dan poin-poin dari catetan itu adalah pentingbangeeeeet kakaaaaak…. Dan gak keikutsertakan deh dalam papernya.

Aku bilang: “Cari aja hikmahnya. PASTI ada.” -dan beneran ada, setelah diresapi sama Abi. Hikmahnya adalah: (1) Catetan kuliah dijadikan satu aja, dalam satu aplikasi notes di HP atau dalam satu binder. (2) Mengerjakan tugas jangan mefet-mefet. Selain capeknya dobel karena diforsir, hal-hal yg mestinya kita bisa inget, karena dalam kondisi tertekan dan keburu-buru, jadi LUPA DEH.

Duh maap ya kalo ada yg eneg baca postingan kayak begini :lol: . Kesannya kayak menggurui padahal mah CURHAT AJA INIH, hahaha. Reminder yg utamanya buat diri sendiri gitudeeeeeh :P

Being nice

20140416-122807.jpg

Copas komennya jeung Alfa Kurnia:
Repost dari FBnya Kirana Djainul

—–

Sedih ya bacanya. Mungkin bener buat sebagian orang kami-kami ini para ibu bikin repot orang lain. Memang semua orang berhak duduk enak dan nyaman di kereta, bis, dll. First come first serve. Maafkan kami ya, semoga kalian nanti kalau hamil, bawa anak, sudah tua dan harus kemana-mana naik kendaraan umum selalu dapat kemudahan.

Path-ers, yuk mulai belajar lagi menghargai orang lain. Kasih tempat duduk kepada para difabel, ibu hamil & yang bawa anak, lansia. Dahulukan orang yang keluar dari lift, kereta, bis. Beri jalan kendaraan dari sebelah kanan dulu. Kasih contoh ke anak-anak untuk berempati dan memudahkan orang lain. Percaya deh, semua akan kembali ke kita.

Thanks to suami yang selalu ingetin dan kasih contoh ke istri dan anaknya yang suka lupa ini 😝

============================

Jadi mikir: jaman jadi guru SMA, pernah ga ya aku ngajarin anak-anak untuk being nice to others? Untuk memudahkan urusan orang lain? Bukan supaya dicap BAIK atau dipuji atau apalah. Tapi karena itu udah janjiNYA: Mudahkan urusan orang lain. Nanti DIA yg akan memudahkan urusan kita.

Lho kok pamrih???

Yagapapa kelleusssss kalo pamrihnya sama Tuhan. Kan IKHLAS itu berarti: tidak mengharap apapun dari selain Alloh.

Yg capek hati itu kan kalo kita berbuat baik ke si A, trs pas si A gak do the same thing untuk membalas budi, trs kita (kita = aku) kuciwa en marah-marah. Lho memang bukan begitu jalannya. Klo kita baik sama orang, belom tentu kebaikan kita dibales sama yang bersangkutan. Tapi nanti Alloh yg akan membalas lewat jalan yg ga diduga (maupun diduga).

Waspada terhadap pedofilia

20140415-172550.jpg

Mengapa anak tidak berani bilang saat dirinya terancam bahkan telah dilecehkan secara seksual?

PR untuk orang tua, nenek, kakek, oom, tante dan para kakak. Ajari anak untuk berani bilang TIDAK dan berani melapor.

Ajari anak untuk tahu batas mana yg boleh dan tak boleh dipegang dan dilihat. It’s a super wild world out there.

Pedofil ada di dunia nyata dan dunia maya . Tentang pedofil dunia maya ini udah bertahun lalu dibahas sama Oprah dan diangkat ke layar kaca di Law&Order SVU.

From wikipedia:
Pedophilia or paedophilia is a psychiatric disorder in which an adult or older adolescent experiences a primary or exclusive sexual attraction to prepubescent children, generally age 11 years or younger; as a medical diagnosis, specific criteria for the disorder extends the cut-off point for prepubescence to age 13. A person who is diagnosed with pedophilia must be at least 16 years of age, but adolescents who are 16 years of age or older must be at least five years older than the prepubescent child before the attraction can be diagnosed as pedophilia.

Makasih Abi (2)

Lanjutan yg ini.

TINGGAL DI LUAR NEGERIH

1903980_605268266222331_465037582_nAbi…. when we first arrived in Sydney.

Sekitar 3 minggu yg lalu. Eh 3 atau 4 ya? Eh udah hampir 8 minggu lho kami disini…. *lost fokus* Oke, kayaknya it was 4 weeks ago. Pas lagi ngobrol-ngobrol serius, Abi tiba-tiba ngomong gini (ga persis gini, ya seingatku aja): “Bunbun tau gak, kalo Abi tuh mau pindah keluar negeri (untuk kuliah) itu, demi Bunbun.”

And I was like…. *mata menyipit* *alis bertaut* *mangap sedikit* …. dalam hati: “What?? Really??”

Trus dilanjut sama Abi: “Iya, soalnya Abi tau Bunbun pengen tinggal diluar negeri. Trus dulu Abi mikir, sapa tau ini jalan buat Bunbun supaya bisa tercapai mimpinya…..”

And I was like…. *mata menyipit* *alis bertaut* *mangap sedikit* …. o ow… Ada seorang istri yg LUPA bilang sama Suaminya kalo dia, sejak tahun 2009, udah gak kepengen lagi tinggal di luar negeri, HAHAHAHAHA….. *dijejelin paspor* It’s just crazy when you get what you USED TO WANT, exactly when you dont want it anymore. Oh life :lol: Such a mystery…. *keminggris* *dijejelin kamus poket*

Sowwi Abi, udah repot-repot banget demi ini semua. Tapi udah lurus kan ya niatnya sekarang, untuk sekolah di luar negeri bukan (semata) untuk nyenengin hati istri? Niat numero-uno-nya harus karena Alloh lho Bi…. (ini mudah diucapkan tapi aku juga masih rada abstrak alias belom 100% ngeh).

Jadi begitulah. Mungkin niat awal ingin kuliah di luar negeri, rada kurang lurus. But it was so sweet of you, Abi. Dibelain keluar dari comfort zone, demi istri. Apalagi journey to Sydney ini kan panjang (ngurus beasiswa hampir 12 bulan– kuliahnya aja cuman 9 bulan, hahaha) dan yah agak berliku dan berbatu…. *lempar batu*

Sekarang ini mungkin seminggu 3x Abi tanya ke aku: “Bunbun seneng? Bunbun seneng gak tinggal disini?” -dan jawabanku adalah: “SENENG BI…. SENENG BANET!” *wajah berseri-seri* *senyum lebar* :lol: :lol: Ya karena so far semua dimudahkan. Alloh tunjukkan jalan, kabulkan doa supaya dimanapun berada yg penting 3: mudah cari makanan halal, mudah ibadah dan tetep sama-sama seatap sama Abi.

Semoga dimudahkan terus sampai akhir masa studi.

Belajar masak

Resep andalan sih tetep lah ya sumber utamanya dari Mommy Atli aka Resep Keluarga Nugraha. Enak soale. Selain diklaim oleh banyak pihak sebage resep anti gagal, sama Mbak Astri juga udah dikelompokkan perkategori gitu; resep ayam, daging, sop, sayur, dll. Asik milihnya.

Sayangnya diriku ini bukan yg having the Midas touch in the kitchen. Pegang sutil ama wajan, slice this and that lalu semua jadi lejat. Alias gak yg sekali duakali nyoba langsung zakzeuzzzzz menuai puji-puji dari suami. Mesti beberapa kali trial and error barulah dapet yg sesuai salero si ndutihusband iki.

Ngikutin resep plek juga ga selalu sakses ya. Ada yg kemanisan karena kebanyakan kecap manis.

20140414-174445.jpg
Beef teriyaki (link).

Ada yg keasinan bahkan saat kecap ikan udah cuma separoh yg di resep:

20140414-174541.jpg
Oseng kangkung (link).

Ada muffin juga yg gosong atasnya, tapi dalemnya masih basah. Tapi setelah didiamkan ya lama-lama dalamnya ga terlalu benyek lagi. Edible and alhamdulillah menurut Abi masih yummy meski ga bertekstur seperti muffin normal.

20140414-174948.jpg
Choco banana muffin (lupa linknya).

Kalo yg kemanisan dan keasinan, salah satu caraku mensiasatinya adalah dengan nambah air dikit-dikit. Walhasil niatnya numis eh malah jadi sop wkkwkwkwkw….. Jadi begitulah. Sayangnya belom rejeki ku tinggal se-kota dengan Mbak Astri Nugraha. Dese di Canberra ya? Diriku di Sydney. Eh tapi weekend ini kami mau roadtrip ke Canberra lho….. *gigit sutil* Beliau buka kursus sehari untuk masak (dan manak) gak ya? Hihihi….

Mau dooooong jago masak dan punya anak empat jugaaaaak…..

*setel toa* AYO SEMUA BILANG AAMIIN YAAAAA :) :)