I have so many things in my mind, tapi bingung mau nulis yang mana, mana yang sekiranya bermanfaat. Mau bercurhat ria, tapi kok random banget ya? Manfaat ga ya curhatan saya buat orang laen? Duh… *sok bingung aka lebay dot com*
Mungkin keraguan akan ‘manfaat atau tidak (bagi pembaca)’ itulah yang membuat beberapa blogger mutung dan akhirnya berhenti nulis. Selain tentunya, rasa malas buat menyusun kata yang bertebaran didalam sini *ketuk-ketuk kepala* dan meluapkannya dalam bentuk postingan yang rapi tata bahasanya.
Haduhhhh, mau posting aja kok susah bener sih? Kudu mikir manfaat apa nggak buat pembaca, mikir tata penulisannya sudah rapi apa belum. Emang ada #PolisiBlogger yak?? *lirik #polisiTwitter* hehehe…
Ngemeng-ngemeng soal manfaat, mari nyerempet dikit kepada ketidak-manfaatan dan tulisan yang menyinggung SARA.
Saya menghapus postingan kemaren yang ‘Salah Kurban’ karena firasat saya benar. It wasn’t that funny. Well, according to a blogger: it wasn’t funny at all. Meski saya dipostingan itu sudah sok menulis: ‘maaf loh kalo postingan ini ofensif, bla bla bla’ tapi toh saya publish juga. Heran.
How could I be that stupid, mempublish tulisan yang ‘menyinggung’ dan saya tau itu akan menyinggung tapi kok ya saya publish juga?? Well, saya rasa ada banyak kenangan yang sebaiknya saya simpan untuk diri sendiri saja. Tidak usah disebarluaskan dalam bentuk postingan karena tidak semua orang akan melihatnya dari kacamata yang sama seperti yang saya pakai.
Saya khilaf…….??, uh, well I think I was. Oh okay no…. no, I was just being stupid.
Dalam menulis postingan, saya tidak pernah menilai bahwa membaca tulisan ‘curhat’ blogger lain itu merupakan suatu ‘waste of time’. Saya suka kok membaca cerita ringan-curhatan-keseharian blogger lain, ya ga semua sih…. Only some of them, hehehe. Karena kadang gaya bahasa mereka ga cocok disaya atau mereka menulis dalam paragraf-paragraf panjaaaaang.
Maap nih, tapi mbok ya setelah 7-8 baris, tuh ya tekan enter 2x buat bikin paragraf baru. Capek bacanya kalo satu paragraf aja panjang benneur….
Tapi apa iya, sebagai blogwriter, kita KUDU gitu berbagi cerita yang bermanfaat doang? Trus siapa yang bikin standar bahwa: tulisan seperti A ini bermanfaat, tulisan kayak B ini curhatan biasa, tulisan C ini sampah belaka.
Ga ada kan?
Menurut saya (daritadi ‘menurut saya’ mulu jeung? Ya iyalah ini blog gue gitchu lochhh) >> cerita sesederhana apapun topiknya, bisa jadi bermanfaat kok buat orang lain, walo mungkin penulis pada awalnya ga bermaksud tebar-tebar manfaat. Tulisan curhatan sederhana bisa menginspirasi orang lain, supaya tidak melakukan atau malah melakukan hal yang sama sesuai isi postingan ybs.
Jadiiiii…. Sebagai penutup saya katakan: Menulislah. Menulislah. Menulislah. Tulislah tentang apapun selama kontennya tidak menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, dan Anatomi tubuh). Yuk ah, have a nice weekend tweeps and bloggers!
NB: tuh kan jadinya malah nulis yang ’sok-serius’…. Ga jadi curhat deh, sebel, xixixi…..








Thx 4 yr comments :)